SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero belum merencanakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada akhir September tahun ini, terutama untuk penggunaan listrik di bawah 2.200 volt ampere (va) yang berpotensi tetap bertahan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir usah menghadiri halal bihalal di Kantor Pusat PLN Jakarta, Rabu (22/7). “TDL tidak naik ya, kemarin itu malah turun karena harga bbm turun. Untuk yang tarif listrik istilahnya flukluasi ya, tapi untuk yang tetap tidak ada kenaikan sama sekali. Kemarin malah turun sedikit karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turun,” ucapnya.

Nantinya yang mengalami kenaikan tarif TDL adalah pengguna listrik di atas 2.200 volt amper (va), pasalnya pengguna tersebut sudah tidak di subsidi. Sedangkan kenaikan terjadi lantaran menyesuaikan dengan BBM dan inflasi.

“Penurunan tidak ada kalau yang 1.300-2.200 va, 950 va dan 400 va itu berpotensi tetap sampai akhir. Yang di atas itu mungkin mereka akan turun sesuai dengan BBM dan inflasi,” tutupnya.

Untuk diketahui, dari daftar tarif listrik yang diumumkan setiap bulan di situs PLN. Tercatat PLN mulai Juli kembali menaikkan tarif listrik Rp16,65- Rp23,7 per kWh. Kenaikan tersebut, untuk golongan non-subsidi yang dikenakan sistem tarif adjusment atau penyesuaian tarif naik turun. (REZ)‎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here