SHARE
Ilustrasi/Istimewa

Jakarta,GEO ENERGI – Hingga saat ini, tidak ada kemajuan berarti yang dilakukan oleh Freeport dalam mewujudkan isi MOU antara Pemerintah dengan Freeport khususnya dalam pembangunan smelter. Smelter ini sangat penting, selain bahwa ini adalah amanat UU MINERBA, keberadaan smelter ini tentu akan membuat nilai tambah bagi bangsa Indonesia, karena kita akan tahu secara real berapa banyak emas, tembaga dan mineral lainnya yang diangkut oleh Freeport keluar dari Indonesia.

“Patut diduga selama ini bangsa Indonesia telah dibohongi oleh Freeport atas laporan mineral yang diperoleh dari Papua, karena memang kita tidak pernah tau persisnya apa yang diangkut dan berapa yang diangkut Freeport. Dengan demikian, keberadaan smelter sangat penting untuk segera direalisasikan. Jangan tutupi kewajiban ini dengan membesar-besarkan berita bahwa Freeport mengembalikan blok yang kaya emasnya pada Indonesia, rakyat jangan disuguhi isu-isu manipulatif. Pengembalian blok itu atas amanat UU , jadi kewajiban smelter Freeport jangan ditutupi dengan berita ini,” tegas Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean melalui keterangan tertulisnya, Rabu (15/7/15).

lebih lanjut dikatakan Ferdinand, Presiden Jokowi diyakini sangat ingin meningkatkan pendapatan negara dari tambang yang dikelola Freeport, termasuk pada peningkatan royalti. Namun jika dihitung, pembangunan smelter itu jauh lebih menguntungkan daripada peningkatan royalti yang hanya 1%-an. Dengan demikian Pemerintah melalui kementrian ESDM harus punya prioritas mana yang lebih penting, jangan lagi bangsa ini disuguhi informasi manipulatif, puluhan tahun kita tidak dapat mamfaat sesungguhnya dari Papua, sekarang presidennya Jokowi, maka harus ada perobahan yang signifikan.

“Jokowi harus menegor Kemeneterian ESDM yang tidak berani tegas kepada Freeport, sementara ijin ekspor konsentratnya akan berakhir pada akhir bulan ini. Ini harus jadi perhatian serius mentri ESDM. Jikapun harus diperpanjang akhir bulan ini, maka penting ekspor konsentrat Freeport dikenakan bea keluar 15%,” katya Ferdinand. (PW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here