SHARE
Tenny Wibowo P&GM Santos Indonesia, foto: Hermana

Jakarta, GEO ENERGI – Setelah berhasil memproduksi minyak dan gas di Blok Sampang dan Blok Madura Offshore melebihi target, Santos Indonesia tengah memulai blok pengembangan baru.

“Setelah 2 blok sebelumnya yang dominan produksi gas, kami merencanakan akan mengolah blok pengembangan, yaitu North West Natuna yang ditargetkan akhir 2018 nanti sudah mulai produksi,” ujar Tenny Wibowo, President & General Manager Santos Indonesia pada saat media gathering di Jakarta (9/7).

Tenny mengakui ada beberapa tantangan yang harus dilalui untuk mengembangkan blok NW Natuna ini. Jaraknya yang sangat jauh hingga mencapai 1.300 km dari Jakarta dan terletak di laut terbuka, sehinga pembangunan shorebase pun menjadi hal yang rumit. Tantangan kedua adalah cuaca ekstrim di sana yang membuat butuh waktu sekitar 6 bulan untuk bisa akses ke sana. Dari blok ini ditargetkan produksi minyaknya akan mencapai 25.000 BOPD, bahkan lebih.

Saat ini, prosesnya sedang berada di tahap pre-kualifikasi well head platform dan FPSO. Tenny mengharapkan proyek ini akan sudah mulai dibangun di semester II tahun 2016 nanti.

“Tergantung nanti izin dari SKK Migas dan proses tender. Jika semua dilancarkan, maka pemboran sudah bisa dilakukan di pertengahan 2018. Mohon doa saja,” kata Tenny yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PHE.

Sebelumnya, total produksi gas dari dua blok Santos yang sudah lifting ini mencapai 140 MMSCFD. Sedangkan untuk minyak sudah mencapai 1.500 BOPD. Produksi Santos yersebut sudah di atas dari target produksi. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here