SHARE
Aktivitas di salah satu sumur minyak oleh Murphy Oil Corporation (ilustrasi).

Jakarta, GEO ENERGI – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan Murphy Oil Corporation akhirnya hengkang dari Indonesia. Keputusan tersebut diambil karena perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat itu tidak menemukan cadangan migas yang ekonomis.

“Ternyata tidak menemukan cadangan yang ekonomis, sehingga Murphy Oil Coproration hengkang. Bukan karena apa-apa, karena memaang geologinya tidak mendukung yang dia cari,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas, Elan Biantoro usai acara buka bersama dengan media di Kantor Santos Indonesia, Ratu Plaza Office Tower Jakarta, Kamis (9/7).

Begitu hengkang, menurut dia Murphy Oil Corporation otomatis harus mengembalikan dua blok migas, Blok Semai II di Papua Barat dan Blok South Barito di Kalimantan Selatan. Setelah melakukan survei seismik, Murphy Oil Corporation Blok South Barito mengetahui bahwa blok tersebut tidak memiliki prospek untuk dilakukan pengeboran.

“Kalau dibor gak akan dapat sesuatu yang signifikan, jadi dia akan mengembalikan begitu, jadi bukan karena waktu itu Indonesia harga minyaknya turun. Memang prospeknya di South Barito waktu itu dinilai oleh Murphy belum cukup ekonomis untuk skala mereka,” paparnya.

Iamenjelaskan, dalam proses pengembalian Blok South Barito kepada pemerintah, sejauh ini telah berjalan selama hampir sepuluh bulan, dan masih akan berlanjut ke depannya hingga seluruh proses selesai. “Sepuluh bulan itu untuk yang South Barito, kalau yang Semai II belum lama. Cuma waktu itu masih pertimbangkan, apakah dilanjutkan atau tidak.”(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here