SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Hingga pertengahan 2015, penerimaan negara dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) belum mencapai target. Pantauan Geo Energi, penerimaan negara sektor ini baru menyentuh angka US$7 miliar atau setara Rp92,5 triliun.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi dalam acara buka puasa bersama di kantornya, Jakarta, pada Rabu (8/7).

“Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun 2015, pendapatan dari sektor hulu migas ditargetkan sebesar US$14,99, miliar atau sekitar Rp 198 triliun. Meski demikian, kami optimis target tersebut masih bisa tercapai,” kata Amien.

Dari data SKK Migas, per tanggal 30 Juni 2015, tercatat lifting minyak bumi sebesar 763.600 barel per hari (bph), atau 92,6 persen dari target APBN-P sebesar 825.000 bph. Kemudian, untuk lifting gas bumi sebesar 6.587 juta kaki kubik per hari atau 96,4 persen dari target 7.079 juta kaki kubik per hari.

“Secara total, lifting migas sebesar 1,94 juta barel setara minyak per hari atau 94,8 persen dari target sebanyak 2,045 juta barel setara minyak per hari,” pungkas Amin.(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here