SHARE
Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Farida Zed.

Jakarta, GEO ENERGI – Indonesia diakui bisa menghemat energi sebesar 15-40 persen, dengan syarat masyarakat berani melakukan efisiensi energi. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Farida Zed ‎saat membuka Konferensi Regional Efisiensi Energi di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta.

‎”Saat ini kita bersama-sama ASEAN sedang susun based line untuk upaya ini. Bagaimna road map kita dalam mencapai target 10 persen untuk konservasi energi pada 2020. Pada saat yang sama, kita mempunyai potensi untuk melakukan penghematan energi, yang berdasarkan negara-negara lain yakni 15-40 persen,” papar Farida di Jakarta, Selasa (7/7).

‎Karena itu, menurut dia pemerintah telah meminta berbagai kalangan untuk mendukung konservasi energi, terlebih pemerintah telah mencanangkannya melalui derektorat yang membidanginya.

“Seperti diketahui, direktorat jenderalnya saja sendiri Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Ada sebuah direktorat yang menangani konservasi energi. Ini menunjukan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melakukan konservasi energi,” katanya.

Dia menjelaskan, pada dasarnya efesiensi energi dapat dilakukan seperti mematikan lampu yang tak digunakan, atau menyalakan AC dengan suhu ruangan standar, atau pun dengan standarisasi peralatan untuk sebuah industri.

“Labeling dan standarisasi peralatan. Sehingga, kita mendapatkan barang yang hemat energi. Selain itu, sosialisasi terus kita lakukan dan regulasi regulasi terus dibuat,” pungkasnya.(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here