SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – PT Permodalan Madani Nasional (Persero) mencatat realisasi penyaluran kredit baru sebesar Rp 1,27 triliun. Penyaluran tersebut terpantau lebih rendah dibanding target awal, sebesar Rp1,5 triliun.

Direktur Utama PT PMN, Parman Nataatmadja menyatakan penyebab utamanya adalah pelambatan ekonomi pada semester lalu hingga 4,9 persen (prognosa). Hal itu membuat bisnis UKM ikut melambat, yakni mencapai angka 30 persen.

“Terasa ada penurunan landing hingga 10-20 persen, akibat penurunan omset UKM sebesar 30 persen seiring perlambatan ekonomi, kami prediksi realisasi kredit baru hingga akhir tahun slightly below target Rp 3 triliun. Akibatnya penyaluran kredit perusahaan menurun,” katanya kepada Geo Energi di Jakarta, Selasa (7/7).

Dia menjelaskan, PNM juga mencatat buruknya sisi kinerja kapasitas UMKM dalam mengembalikan pinjaman. Sehingga, rasio kredit menjadi macet/NPL pun meroket dari 2,8 persen pada akhir 2014 menjadi 3,8 persen per Juni 2015.

“Kami akan efisiensi, melalui program pendampingan peningkatan kapasitas usaha (PKU), serta menambah 600 UMKM baru. Ini sekaligus memantau produktivitas UKM, jadi kami berikan pembiayaan tapi tetap terpantau NPL-nya, target kami di akhir tahun di level 3 persen. Ini masih bagus dibanding bank BPD, misalnya, yang masih double digit,” paparnya.

Karena itu, perseroan akan menggunakan strategi guna meningkatkan kapasitas pelaku UMKM yang berada di bawah negara-negara tetangga. “Kami akan pakai strategi peningkatan kapasitas pelaku UMKM yang masih di bawah Thailand, Malaysia, dan Vietnam, dengan harga lebih murah dan kualitas lebih baik agar bisa menguasai pangsa pasar dalam negeri.”

PNM mencatat outstanding kredit hingga Juni 2015 mencapai Rp3,5 triliun dari target Rp 4,1 triliun. Sementara, laba tumbuh sekitar 35-36 persen dari posisi akhir 2014 sebesar Rp61 miliar. Adapun penerbitan PUB obligasi tahap II senilai Rp500 juta pada semester ini, PNM masih menimbangnya. Sedangkan tahun lalu telah menerbitkan Rp500 juta obligasi dari PUB senilai total Rp 2 triliun.(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here