SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Badan Anggaran DPR mengusulkan agar pemerintah Joko Widodo memangkas subsidi listrik. Pemangkasan ditujukan untuk pengguna listrik golongan 450 VA-900 VA.

“Kami minta agar dalam penyaluran subsidi dapat lebih tepat sasaran. Jadi, perlu evaluasi terhadap pola pemberian subsidi, besarannya, dan pengawasan pelaksanaan subsidi non energi,” papar Ketua Banggar, Ahmadi Noor Supit dalam Sidang Paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/7).

Dikatakan Ahmadi, kebijakan subsidi secara umum dapat diarahkan untuk beberapa hal pada tahun depan. Pertama, menjaga stabilitas harga. Kedua, membantu masyarakat miskin dan menjaga daya beli masyarakat.

Ketiga, meningkatkan produktivitas dan menjaga ketersediaan pasokan dengan harga terjangkau. Keempat, meningkatkan daya saing produksi dan akses permodalan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Ia menjelaskan, sejauh ini pola pemberian subsidi listrik salah sasaran. Pemerintah memberikan 44,6 juta pelanggan rumah tangga yang terdiri dari 450 VA sebanyak 22,7 juta dan 900 VA sebanyak 21,9 juta. Jumlah ini, menurut dia setara dengan 200 juta penduduk Indonesia. Itu artinya hampir seluruh penduduk Indonesia menerima subsidi listrik.

“Ini sesuatu yang tidak mungkin, karena hampir seluruh penduduk kategori miskin. Padahal, hakikat dari subsidi memberikan bantuan kepada rakyat miskin,” tegas Ahmadi.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here