SHARE
Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ciremai, Jawa Barat.

Jakarta, GEO ENERGI – Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ciremai, Jawa Barat bakal dilelang kembali. Lelang kembali dilakukan setelah operator sebelumnya, PT Chevron Geothermal Indonesia telah mengembalikan WK tersebut kepada pemerintah.

“Saat wilayah kerja tersebut dikuasai oleh Chevron Geothermal Indonesia, ada beberapa permasalahan sosial yang muncul, yakni penolakan dari warga sekitar,” kata Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yunus Saefulhak.

Dikatakan Yunus, masyarakat adat Sunda Wiwitan dan warga di sekitar lereng gunung Ciremai menolak eksploitasi sumber daya panas bumi di kawasan tersebut. “Proyek PLTP Gunung Ciremai dinilai akan membawa kerusakan ekologis, ekonomi, dan sosial budaya masyarakat.”

Karena ada penolakan, Chevron Geothermal Indonesia akhirnya batal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi berkapasitas 2x 55 Megawatt (MW). Rencana tersebut batal dan dikembalikan ke pemerintah. Padahal, investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTP sebesar US$400 juta.

Ia menjelaskan, masalah sosial tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pihak pemerintah. Setelah masalah sosialisasi selesai, menurut dia Kementerian ESDM berencana untuk kembali melakukan tender pada tahun depan. “Akan tender ulang, rencananya tahun depan.”(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here