SHARE
Ketua HIPMI, Bahlil Lahadalia.

Jakarta, GEO ENERGI – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) menilai, penegakan aturan penggunaan mata uang rupiah masih sangat lemah. Karena itu, HIPMI meminta pemerintah menindak tegas penggunaan uang asing di Indonesia.

“Kami menilai penegakan aturan penggunaan mata uang rupiah masih sangat lemah. Akibatnya, rupiah dengan mudah terus melemah, meski sudah terdapat Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan UU tentang kewajiban penggunaan mata uang rupiah,” katanya di Jakarta, Senin (6/7).

Bahlil bahkan mengindikasikan ada desain besar untuk menjadikan rupiah sebagai mata uang ‘sampah’ di negerinya sendiri. “Pemerintah dan bank Bank Indonesia harus menindak tegas dan tidak berkompromi dengan pihak-pihak yang masih bertransaksi dengan mata uang asing di wilayah negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Ia menjelaskan, desain melemahkan rupiah sudah sangat jelas. Di luar negeri, menurut dia rupiah tidak diterima untuk ditukar dengan mata uang asing. Rupiah bahkan mulai ditolak untuk transaksi-transaksi tertentu. “Lihat daftar harga di restoran-restoran dan hotel-hotel besar sudah mulai dicantumkan harga dalam dollar. Lama-lama rupiah tinggal kenangan.”(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here