SHARE
ILUSTRASI (Foto: Hermana)

Jakarta, GEO ENERGI – PT PLN (Persero) menaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) golongan pelanggan yang telah menggunakan skema tarif penyesuaian (adjustment) pada Juli 2015.

Informasi yang dihimpun Geo Energi, ada tiga faktor mengapa tarif listrik harus dinaikkan, yakni harga minyak Indonesia, kurs rupiah, dan inflasi. Ketiganya menjadi faktor sehingga pemerintah menghitung tarif tenaga listrik golongan yang sudah dicabut subsidinya, dan kemudian menggunakan skema tarif penyesuaian.

Rinciannya, rata-rata harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ ICP) naik dari US$ 57,58 per barrel menjadi US$ 61,86 per barel. Kedua, nilai tukar rupiah naik dari Rp 12.947,76 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi Rp 13.140,53 per dolar Amerika Serikat. Ketiga, inflasi dari 0,36 persen pada April menjadi 0,50 persen pada Mei 2015.

Adapun golongan pelanggan yang mengalami kenaikan yaitu tarif listrik dengan daya 3.500 Volt Ampere hingga 200 kilo Volt Ampere (VA) yang terdiri dari Golongan Pelanggan:

R-2 dengan daya 3.500 VA sampai 5.500 VA, Golongan R-3 dengan daya 6.600 VA ke atas, dan Golongan B-2 dengan daya 6600 VA hingga 200 Kilo Volt Ampere (kVA) mengalami penyesuaian Rp 2,37 per kilo Watt hour (kWh) dari Rp 1.524,24 per kWh, menjadi Rp 1.547,94 per kWh.

Golongan B-3 dengan daya di atas 200 kVA dan Golongan I-3 dengan daya di atas 200 kVA, tarif listriknya mengalami penyesuaian dari Rp 1.115,60 per kWh naik Rp 1,734 per kWh, menjadi Rp 1.132,94 per kWh.

Golongan I-4 dengan daya 30.000 kVA ke atas, mengalami penyesuaian tarif dari Rp 1.070,42 per kWh, naik Rp 1,664 per kWh menjadi Rp 1.087,06 kWh.

Golongan P-I dengan daya 6.600 VA sampai 200 kVA, tarif listriknya naik dari Rp 1.524,24 per KWh menjadi Rp 1.547,94 per kWh. Golongan P-2 dengan daya di atas 200 kVA, tarif listriknya naik dari Rp 1.115,60 per kWh, menjadi Rp 1219,31 per Kwh.

Golongan P-3 tarif listriknya dari Rp 1.524,24 per kWh, naik menjadi Rp 1.547,94 per KWh. Termasuk Golongan L/TR, TM, TT, tarif listriknya naik dari Rp 1.661,01 per kWh, naik menjadi Rp 1686,83 per kWh.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here