SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – PT Pertamina (Persero) berharap Bank Indonesia (BI) mempertimbangkan kembali terkait ketentuan penggunaan rupiah di dalam negeri. Bank Indonesia mewajibkan penggunaan rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia diimplementasikan secara penuh mulai hari ini, Rabu 1 Juli 2015.

“Kami menyampaikan surat ke Bank Indonesia untuk bisa dipertimbangkan, karena ada yang juga harus beli dengan dolar,” kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soejipto usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7).

Dwi menjelaskan, banyak pendapatan Pertamina diperoleh dalam mata uang dolar. Sehingga, menurut dia jika harus dilakukan ketentuan penggunaan rupiah dalam negeri, maka hal itu akan memberikan biaya karena harus dikonversi ke rupiah.

Sejauh ini, menurut dia ada pembelian barang-barang untuk kegiatan operasional Pertamina yang membutuhkan dolar yang cukup besar. “Kalau pendapatan memang sudah dolar, tidak perlu ada konversi (uang) dan tidak ada cost yang muncul berkaitan dengan harus dikonversi ke rupiah, rupiah ke dolar lagi,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, bila BI tetap menetapkan ketentuan penggunaan rupiah untuk transaksi di dalam negeri, maka Pertamina akan mengikuti peraturan yang berlaku.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here