SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry M Baldan bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok), menggelar rapat membahas kelanjutan pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Hasil rapat yang digelar secara tertutup itu terpantau masih ada keraguan untuk merealisasikan proyek tersebut. Dikatakan Ahok, sejauh ini masih terdapat perbedaan pendapat antarperusahaan kontraktor yang bakal menggarap proyek tersebut.

“LRT kita ingin analisa. Menurut hasil FS Jakpro, tidak mungkin LRT bisa untung jual tiket murah kalau harus bangun jalan layang. Kalau signaling sama, bisa kasih subsidi 15 persen. Tapi satu pihak yang lucunya perbedaan di Adhi Karya,” kata Ahok di Kementerian BUMN, Kamis (2/7).

Akibat adanya perbedaan, maka ia menjadi ragu untuk merealisasikan LRT di Jakarta. “Saya sudah ragu-ragu yang mana bener. Adhi Karya mau pinjam uang di bank untuk bangun semua, itu ngaku feasible. Ini kan gak ketemu dua perusahaan (Jakpro dan Adhi Karya). Satu BUMN (Adhi Karya) ngaku bangun feasible, satunya nggak (Jakpro). Yaudah, berdua berdebat saja dah,” katanya.

Ahok menambahkan, salah satu solusi terealisasinya proyek tersebut agar layak dan mendapatkan tiket murah, ia menilai pemerintah yang membangun sendiri disertai payung hukum.(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here