SHARE
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Jakarta, GEO ENERGI – Amendemen sembilan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dilakukan pasca Hari Raya Idul Fitri 1436 H (17-18 Juli 2015). Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot.

Sembilan PKP2B tersebut, menurut dia merupakan generasi kedua. Penandatangan amendemen PKP2B, dilakukan menyusul disepakatinya kewajiban fiskal antara Badan Kebijakan Fiskal dengan pihaknya. “Kalau bisa sebelum Lebaran,” kata Bambang di Jakarta, Kamis (2/7).

Kendati demikian, Bambang masih enggan menyebutkan kewajiban fiskal yang disepakati tersebut. Ia hanya menyatakan, bahwa rasio pajak (tax ratio) dan proporsi bagian pemerintah lebih baik dari kontrak sebelumnya.

Adapun sembilan pemegang PKP2B, menurut dia sudah menyepakati kewajiban fiskal maupun poin-poin renegosiasi lainnya. “Mereka (9 PKP2B) sudah menyetujui semua karena kontrak generasi 2 bersifat privailing (mengikuti peraturan yang berlaku),” paparnya.

Berikut 9 PKP2B yang telah menyepakati draft amendemen;
1. PT Indominco Mandiri di Kalimantan Timur
2. PT Trubaindo Coal Mining di Kalimantan Timur
3. PT Jorong Barutama Greston di Kalimantan Selatan
4. PT Antang Gunung Meratus di Kalimantan Selatan
5. PT Borneo Indobara di Kalimantan Selatan
6. PT Gunungbayan Pratama Coal di Kalimantan Timur
7. PT Kartika Selabumi Mining di Kalimantan Timur
8. PT Bahari Cakrawala Sebuku di Kalimantan Selatan
9. PT Mandiri Inti Perkasa di Kalimantan Timur.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here