SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Progres pembangunan pembangkit listrik 35 gigawatt dinilai telah berjalan sesuai target. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said.

“Secara progres, alhamdulillah kita ‘ont track’, karena cukup banyak kemajuan. Baik dari sisi perencanaan, pendanaan, bahkan sebagian sudah mulai tahap konstruksi,” kata Sudirman, usai mengikuti rapat Dewan Energi Nasional (DEN) di Jakarta, Senin (29/6).

Kendati program nasional tersebut baru berjalan sekitar 6-7 bulan, menurut dia sudah menunjukan hasil yang baik. Ia menilai, ketersediaan pasokan energi sebesar itu mampu menopang pertumbuhan ekonomi hingga 6,7 persen. Karena itu, menurut dia harus diupayakan pertumbuhan kebutuhan listrik hingga 8,8 persen dan rasio elektrifikasi sebesar 97,4 persen.

Data PT PLN menyebutkan, kini pemerintah mencanangkan program infrastruktur pembangkit listrik sebesar 35,5 gigawatt, dengan tahapan konstruksi mencapai 7,4 gigawatt. Dari jumlah tersebut, PLN akan mengerjakan 4,2 gigawatt, sedangkan Independence Power Producer (IPP) mengerjakan 3,2 gigawatt.

Adapun pada tahap perencanaan 35 gigawatt, PLN akan mengerjakan total 10,2 gigawatt dan IPP 25,3 gigawatt. Kini tahap konstruksi telah dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Sumatera 2.586 megawatt, Kalimantan 981 megawatt, Jawa-Bali 2.972 megawatt, Nusa Tenggara 276 megawatt, Sulawesi 479 megawatt, Maluku 50 megawatt, dan Papua 68 megawatt.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here