SHARE
Sumur Migas Blok Mahakam, Kalimantan Timur.

Balikpapan, GEO ENERGI – Organisasi karyawan PT Pertamina (Persero) Balikpapan (SP Mathilda), Kalimantan Timur mengaku kecewa lantaran Pertamina hanya memperoleh 70 persen pembagian hak partisipasi atas Blok Mahakam.

“Keputusan ini mengecewakan. Bila mengacu pada Pasal 33 UUD 1945, seharusnya 100 persen hak pengelolaan tersebut diserahkan kepada Pertamina sebagai National Oil Company (NOC) Indonesia,” kata Ketua SP Mathilda, Farid Rawung di Balikpapan, Senin (29/6).

Ia menyatakan, Pertamina sesungguhnya sudah mampu mengelola sendiri, tapi pemerintah tidak percaya kemampuan itu. Pemerintah, menurut dia tidak bisa melepaskan diri dari belenggu asing.

Pada 19 Juni 2015, melalui pesan tertulis, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa pemerintah memaparkan siapa pengelola Blok Mahakam. Disebutkan bahwa Pertamina mendapat hak partisipasi sebesar 70 persen, Total-Inpex memperoleh 30 persen.

Informasi yang dihimpun Geo Energi, sebelumnya Total-Inpex menguasai 100 persen Blok Mahakam sejak Mei 1967. Kontrak pertamanya berlangsung sampai 1997, dan diperpanjang lagi 20 tahun hingga 2017.

Selain itu, Menteri ESDM juga menyebutkan, Pertamina boleh memilih mitra bila diperlukan. Sebab, pemerintah juga merekomendasikan agar bermitra dengan Total Indonesie atau pengelola saat ini.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here