SHARE
Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Awang Farouk Ishak.

Balikpapan, GEO ENERGI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menolak keputusan pemerintah mengalokasikan participating interest Blok Mahakam sebesar 10 persen untuk Kalimantan Timur. Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Awang Farouk Ishak.

“Kami menolak keputusan Menteri ESDM itu. Kami menginginkan Kalimantan Timur mendapat ‘participating interest’ (PI) minimal 19 persen,” kata Awang Farouk di Balikpapan, Kamis (25/6).

Awang menilai, keputusan tersebut tidak adil. Keputusan yang berlandaskan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 15 Tahun 2015 itu, menurut dia diputuskan tanpa adanya persetujuan bersama dengan Pemprov Kalimantan Timur.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmadja Puja menilai, keputusan yang terdapat di permen tersebut merupakan sebuah diskresi khusus yang dimiliki menteri. “Permen ini adalah diskresi menteri. Seharusnya ini perlu diapresiasi,” kata Wiratmadja.

Kementerian ESDM telah menetapkan pembagian hak tata kelola Blok Mahakam, dengan keputusan 70 persen akan dikelola Pertamina dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Kami tetapkan bersama dengan Presiden, bahwa Pertamina dan BUMD Kalimantan Timur memperoleh interes 70 persen, sedangkan Total dan Inpex 30 persen,” kata Menteri ESDM Sudirman Said, pekan lalu.

Pembagian tersebut, menurut dia didasarkan pada pertimbangan bahwa PT Pertamina harus bisa menjadi pihak yang mengontrol interes terbesar di Blok Mahakam.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here