SHARE
Launching The 4th Indonesia EBKTE ConEX 2015, 'Saatnya Bertindak: Percepatan Implementasi dari Energi Baru Terbarukan dan Efisiensi Energi', Hotel Double Tree, Jakarta, Kamis (25/6/15).

Jakarta, GEO ENERGI – Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2015 yang digelar Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) dan Manusia Energi Terbarukan Indonesia (METI) menjadi media mengabarkan kemajuan investasi energi panasbumi di Indonesia.

“Banyak investor dari luar negeri menanyakan kondisi bisnis panasbumi di Indonesia. Karena itu, IIGCE mengundang berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menjadikan ajang sosialisasi pengusahaan panasbumi. Gaungnya pun luas,” kata Ketua API, Abadi Poernomo pada launching IIGCE 2015 di Hotel Double Tree, Jakarta, Kamis (25/6).

Ia menjelaskan, pengusahaan panasbumi hingga kini masih belum berjalan optimal. Hal ini disebabkan oleh 4 persoalan mendasar yang menghambat, yakni informasi potensi panasbumi yang harus didukung oleh data-data valid dan mendasar. Kedua, masalah tarif listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) yang memberi nilai keekonomian sesuai tingkat risiko eksplorasi san eksploitasi cadangan panasbumi.

Ketiga, batas waktu dan komitmen pemenang lelang Wilayah Kerja Panasbumi ( WKP) untuk merealisasikan pembangunan protek dalam kurun waktu yang ditargetkan. Terakhir, peraturan perundangan yang memberikan kepastian saat mengerjakan pengusahaan panasbumi. “Kesulitan lainnya adalah sosial dan pembebasan lahan. Ini juga sangat berat,” ujar Abadi.

Dengan tujuan mempermudah pengusahaan panasbumi, API telah dan akan terus bekerja sama dengan pemerintah. Sehingga, nantinya Indonesia mampu mengembangkan panasbumi di Indonesia demi kesejahteraan masyarakat.

“Asosiasi kami merupakan mitra kerja pemerintah dalam memberi masukan, kajian ilmiah dalam beberapa hal untuk mengakselerasi pengembangan panasbumi di Indonesia. Dari itu nantinya hasil kegiatan IIGCE 2015 akan menjadi laporan yang akan disampaikan ke kementerian. Sehingga, para investor tahu perkembangannya dan tertarik untuk berinvestasi di Indonesia,” papar Abadi.(GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here