SHARE
Ilustrasi

Jakarta, GEO ENERGI – Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil menyatakan pemerintah terus memantau progres proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (mw). Tahun ini, menurut dia proyek pembangkit 10.000 mw sudah ditandatangani.

“Mudah-mudahan, 10.000 mw sudah tanda tangan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akhir tahun ini. Kalau tanda tangan tahun ini, baru jadinya kan tiga tahun lagi. Tahun depan juga kira-kira 10.000 mw lagi, tanda tangan lagi, jadi 2019. Tahapannya seperti itu,” kata Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (25/6).

Dikatakan Sofyan, nilai proyek pembangkit untuk tahap 10.000 mw tahun ini sekira Rp150 triliun, dengan rincian 10.000 mw dikalikan USD1,5 juta. “USD1,5 juta per mw. Kira-kira Rp150 triliun. Sumatera 1.158 mw, Jawa Bali 5.000 mw, Kalimantan 700 mw, Sulawesi 2.560 mw, Maluku dan Papua 500 mw,” jelas Sofyan.

Ia menjelaskan, sejauh ini ada beberapa permasalahan yang dihadapi PT PLN (Persero) terkait proyek listrik 35.000 mw. Di antaranya pembebasan lahan, perizinan, IMB, izin lingkungan, dan amdal. “Itu minta semua dipercepat.”(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here