SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016, pemerintah mengusulkan menambah porsi utang sebesar Rp300 triliun. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan.

“Pemerintah belum mempunyai angka spesifik mengenai kebutuhan utang di tahun depan. Namun, sudah ada hitungan kasarnya,” kata Robert, dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) pemerintah bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (24/6).

Dikatakan Robert, penambahan utang dibutuhkan untuk menutup defisit anggaran yang diperkirakan pada level 1,7-2,1 persen. Bila defisit tahun depan berada pada level tersebut, menurut dia pemerintah perlu menutup pembiayaan utang maupun nonutang.

Ia menambahkan, bila Produk Domestik Bruto (PDB) tahun depan mencapai Rp12.000 triliun, maka harus ada penambahan utang sebesar Rp250 triliun-Rp300 triliun. “Tambahan utang Rp250 triliun-Rp300 triliun tahun depan belum fix, karena pemerintah sedang menggenjot pembangunan infrastruktur dan lainnya,” paparnya.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here