SHARE
Sumur Migas Blok Mahakam, Kalimantan Timur.

Jakarta, GEO ENERGI – Sekelompok orang yang menamakan diri ‎Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), mengaku merasa terhina terkait keputusan pemerintah dalam pengelolaan Blok Mahakam, Kalimantan Timur.

PT Pertamina E&P memperoleh jatah 70 persen saham atas pengelolaan Blok Mahakam, dan sisanya untuk Total dan Inpex, dua kontraktor migas asing. “Selama lebih dari 57 tahun beroperasi, Pertamina sedianya telah banyak mampu meningkatkan kapasitas produksi di bidang hulu,” kata Presiden FSPPB, Eko Wahyu Laksmono.

Ia menyayangkan, kare sebelumnya Pertamina telah melakukan peningkatan kapasitas blok migas West Madura Offshore (WMO) dan Offshore North West Java (ONWJ), setelah diambil perseroan dari kuasa asing.

“Pemerintah telah menetapkan Pertamina sebagai operator dengan hak 100 persen dan dapat melakukan pengurangan interest kepada pihak lain yang memberi manfaat maksimal,” ungkap Eko, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (23/6).

“Ini penghinaan dan mengecewakan, karena Pertamina seperti dianggap tidak mampu. Kami selaku pekerja Pertamina, menyatakan bahwa 100 persen Blok Mahakam harus untuk negara. Dan Pertamina siap dan mampu mengelola Blok Mahakam secara penuh untuk menuju kedaulatan energi‎,” tegasnya.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here