SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI– Mulai 1 januari 2018 Pertamina secara resmi mengelola mayoritas lahan kaya akan gas Blok Mahakam sebanyak 70 persen. seiring dengan itu, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan siap menjadikan pekerja eks Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation menjadi karyawan perusahaan pelat merah itu.

Menurut Dwi manajemen Pertamina tengah mematangkan rencana pengalihan ribuan pekerja, sekaligus mekanisme kegiatan yang umum dilakukan di blok yang terletak di Kalimantan Timur tersebut. Diantaranya meliputi mekanisme pengadan barang dan jasa penunjang operasi, pergantian sistem informasi dan teknologi, hingga masalah keuangan serta inovasi kontrak pengadaan.

“Dari sisi SDM kami sampaikan, Pertamina sedang melaksanakan pemantauan dan sounding terhadap pekerja di Mahakam. Nanti Pertamina masuk dan mereka menjadi karyawan Pertamina,” ujar Dwi di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat (19/6/15).

Mengacu pada data Kementerian ESDM, hingga pertengahan 2015 kemarin tecatat total sumber daya manusia yang bekerja di wilayah kerja Mahakam tak kurang dari 3.765 orang. Dengan adanya penyerahan wewenang operator blok ke Pertamina, manajemen Pertamina pun siap mengangkat ribuan karyawan Total dan Inpex menjadi pegawai.

Selain pengalihan status pegawai, Dwi menyebut manajemen Pertamina juga bakal menyiapkan dana investasi mencapai US$ 2,5 miliar untuk biaya pengembangan blok Mahakam

“Terkait kewajiban Pertamina, seperti pembayaran signature bonus nantinya akan bergantung nilai aset, dimana saat ini valuasi sedang dilakukan oleh SKK Migas. Kemudian, Pertamina akan share down pada pihak-pihak yang terkait,” kata Dwi. (ACN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here