SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Yayasan Batik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Gelar Batik Nusantara (GBN) 2015. Perhelatan ini merupakan ajang promosi batik terbesar dan terlengkap di dunia.

“Ini merupakan penyelenggaraan kesembilan kalinya. Tujuannya untuk memperluas fungsi dari batik hasil karya buatan Indonesia. Acara ini kami adakan untuk mempromosikan batik-batik Indonesia,” kata Ketua Panitia GBN 2015, Ratna Joko di Jakarta, Rabu (17/6).

GBN dimaksudkan memperluas fungsi batik, dari produk buatan tangan manusia menjadi suatu alat atau media pemersatu keberagaman bangsa-bangsa di dunia. Di antaranya melalui kegiatan informatif dan edukatif, yang dikemas eksklusif dan anggun.

Selain itu, gelaran kali ini menurut dia merupakan langkah untuk memperkenalkan batik sebagai warisan asli budaya Indonesia ke seluruh dunia. Sehingga, menjadi identitas kebangsaan yang mempresentasikan Negara Indonesia dimana pun batik berada, baik di dalam maupun luar negeri.

“Kali ini GBN 2015 mengambil tema ‘Batik sebagai Pemersatu Bangsa’ dan akan dibuka 24-28 Juni, di JCC. Acara ini akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan akan dihadiri oleh para pejabat di Indonesia. Total undangan 1000 yang dipastikan akan hadir,” kata Ratna.

Selama lima hari penyelenggaraan akan diadakan workshop, talkshow, pagelaran seni, dan fashion show dari 12 perancang. Pameran juga menampilkan ikon dari Papua, Cirebon, batik-batik dari Indonesia Timur yang merupakan binaan dari PT Freeport.

“Nantinya akan diberikan award kepada 5 perajin, bagi mereka yang benar-benar berkontribusi banyak untuk batik. Selain itu, ada yang spesial, pemberian suatu penghargaan berupa ‘kriyapusaka’ yang benar-benar berjasa dalam pelestarian batik,” kata Ratna.(GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here