SHARE
ILUSTRASI

Solo, GEO ENERGI – Peneliti di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah, melakukan penelitian daun sirsak (Annona Muricata L) dan mengembangkannya menjasi obat kanker serviks dan nasopharing.

“Penelitian dilakukan dari 2012 sampai 2015, dan menunjukkan secara in vitro, melalui pemberian ekstrak, fraksi hingga isolat daun sirsak menunjukkan hasil yang efektif dalam menghambat pertumbuhan kanker. Khususnya kanker serviks dan nasopharing,” kata Okid Parama Astirin, ketua penelitian ini, di Surakarta, Rabu (17/6).

Ia menjelaskan, daun sirsak merupakan bahan alam yang memiliki potensi sebagai agen antikanker. Dalam penelitian ini, pengembangan tidak lagi menggunakan crude extract daun sirsak, sebagaimana yang diaplikasikan pada penelitian-penelitian sebelumnya.

Selain itu, menurut dia, pihaknya juga bakal mengembangkan teh herbal dengan bahan baku daun sirsak. Teh herbal ini nantinya sebagai food suplllement bagi penderita kanker, sehingga daun sirsak akan lebih bermanfaat sebagai pencegah kanker serviks dan nasopharing.

“Untuk masalah penelitian ini, kami berharap 2017 sudah bisa dilempar ke pasar. Sehingga bisa
membantu pencegahan penyakit yang menakutkan itu. Untuk sekarang, hak patennya sudah dalam
proses,” paparnya.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here