SHARE
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor E Simanjuntak

Jakarta, GEO ENERGI – Negara dinyatakan mengalami kerugian penuh, akibat tindakan korupsi dan pencucian uang dalam kasus penjualan kondensat bagian negara. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi Bareskrim Polri, Brigjen Victor E Simanjuntak.

“BPK (Badan Pemeriksa Keuangan, red) berpendapat total loss,” kata Victor kepada juruwarta, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/6). Dikatakan, tindakan korupsi itu melibatkan SKK Migas dan PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), yang berlangsung pada 2009 – 2011.

Vicro menjelaskan, dari hasil koordinasi Bareskrim dengan BPK disimpulkan TPPI tidak menyerahkan keseluruhan hasil penjualan kondensat ke kas negara. Kendati demikian, sejauh ini Victor belum menyebutkan secara rinci berapa nilai kerugian negara.

Hanya saja, menurut dia sejak 2009 hingga 2011, TPPI terpantau sudah melakukan 149 kali ‘lifting’. “Sejak dilaksanakan lifting, nggak ada kontrak kerja. Padahal, kontrak kerja itu merupakan payung hukum antara negara dengan kontraktor. Sejak awal saja sudah salah,” paparnya.

Dalam catatan Bareskrim, kontrak kerja penjualan kondensat antara BP Migas-TPPI baru ditandatangani pada Maret 2009. Padahal, menurut dia TPPI sudah menerima kondensat dari BP Migas sejak Januari 2009 untuk dijual.

Dalam kasus tersebut, TPPI diketahui telah melanggar kebijakan Wapres Jusuf Kalla (saat itu). Dalam kebijakan Wapres, penunjukan TPPI sebagai pelaksana penjualan kondensat bagian negara diberikan dengan syarat hasil olahan kondensat dijual kepada PT Pertamina. Tapi, TPPI menjualnya ke pihak lain, baik perusahaan lokal maupun asing.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here