SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Pemerintah membentuk Badan Pengelola Dana Pungutan Kelapa Sawit, guna mempercepat pengembangan dan pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan. Terutama lewat mandatori biodiesel B-15, peremajaan kelapa sawit, pendidikan petani, dan promosi perkebunan kelapa sawit.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Sofjan Djalil. “Badan ini mendorong percepatan pemanfaatan BBN (bahan bakar nabati) jenis biodiesel dari bahan baku hasil industri kelapa sawit,” papar Sofyan di kantornya, Jakarta, Senin (15/6).

Dikatakan Sofyan, Badan Pengelola juga memfasilitasi program peremajaan perkebunan sawit rakyat, penelitian dan pengembangan kelapa sawit, promosi kelapa sawit, sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit, serta pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit.

Badan Pengelola terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Ketua Dewan Pengarah dan Menteri Keuangan, sebagai pengawas Badan Layanan Umum. Anggotanya terdiri atas Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Termasuk dari perwakilan Pelaku Usaha Kelapa Sawit, yaitu T. P. Rachmat, Prijono Sugiarto, Mahendra Siregar, dan Sekjen Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia sebagai perwakilan petani. “Proses penunjukkan direksi akan dilakukan oleh Dewan Pengawas dan direksi yang ditunjuk,” jelas Sofyan.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here