SHARE
Ilustrasi

Jakarta, GEO ENERGI – Dani Setiawan selaku perwakilan dari Koalisi Anti Utang mengatakan bahwa dampak buruk yang menimpa perekonomian Indonesia merupakan indikasi atas gagalnya sumpah Trisakti dan program Nawacita yang digembar-gemborkan Jokowi – JK saat pencalonan kemarin. “Mestinya, dengan Trisakti dan program Nawacita yang dikampanyekan oleh Jokowi-JK dulu bisa membenahi negara ini,” ujarnya di Fatmawati, Jakarta, Jumat (12/6).

Seiring dengan ucapan Dani Setiawan, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara juga melontarkan kata-kata yang serupa kepada Geo Energi via pesan singkat saat menanggapi hal tersebut. “Ya. Memang sudah jelas melenceng,” jelas Marwan.

Dalam diskusi yang diadakan di salah satu tempat makan di Fatmawati, Jakarta, Dani Setiawan kembali menjabarkan tentang utang negara, menurut catatan Kementerian Keuangan Indonesia yang berkisar 2.700 triliun. “Ini masalah yang sangat luar biasa. Semakin banyak Indonesia berutang, semakin hidup industri negara yang memberikan utang. Lapangan pekerjaan mereka semakin terbuka lebar, malah bukan di negara yang punya utang,” tambahnya.

Dengan apa yang telah dijelaskan oleh Dani Setiawan, sangat jelas bahwa utang merupakan masalah krusial bagi Indonesia. Pemerintah yang selalu mengatakan bahwa Indonesia kekurangan uang. Mengkampanyekan subsidi BBM harus dicabut. Dan bahkan subsidi-subsidi yang lain harus dicabut karena menjadi beban anggaran negara. Ini merupakan kebalikan dari kenyataan yang ada.

“Lebih lucunya lagi, banyak indikator-indikator yang mengisyaratkan bahwa ekonomi semakin memburuk. Namun, masyarakat adem ayem saja. Tidak ada gerakan apa pun yang berarti. Kita punya tanggung jawab untuk menegur pemimpin negeri ini agar menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here