SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Meski baru 8 bulan menjadi pemimpin negeri ini, sejatinya rakyat melulu dibuat susah dengan beberapa permasalahan yang ada. Hal tersebut justru mengundang kritikan keras dari sebagian besar para pengamat kebijakan Indonesia, dan tidak sedikit juga yang berharap Joko Widodo agar segera turun dari jabatannya. “Ya buru-buru lengser saja,” ucap Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara kepada Geo Energi, Jumat (12/6).

Pada kesempatan yang sama, Dani Setiawan selaku Koalisi Anti Utang juga mengatakan harus ada suatu gerakan agar sekiranya perubahan terjadi pada negeri ini. Sebab, pesan yang Jokowi sampaikan sangat bertolak belakang dengan apa yang telah dikampanyekan dulu. “Antara teori dan praktik, sungguh sangat berbenturan dengan Nawacita, tidak nyambung dengan ideologi Trisakti,”ujarnya.

Jika dilihat kembali ke belakang, jelas pada awal-awal masa kepemimpinan Jokowi – JK, kasarnya terus memeras rakyat. Sebagai contoh, kenaikan harga BBM yang sekarang sudah ditentukan sesuai dengan mekanisme pasar. Dan hal ini jelas membuka lebar kemungkinan lahirnya agenda liberalisasi sektor hilir migas akan terjadi segera. Belum lagi soal renegosiasi Freeport, Newmont dan lain sebagainya.

Dan yang lebih patut untuk direnungkan, akan sifat Jokowi yang cenderung plin-plan. Salah satu contoh kejadiaan, pada saat Konferensi Asia-Afrika kemarin. “Bahkan kita sempat dibuat takjub ketika di Konferensi Asia-Afrika kemarin, Jokowi keras sekali kepada Bank Dunia, kepada IMF. Namun pada keesokannya, ngutang lagi,” jelas Dani.

Seolah seperti mengiyakan penjelasan Dani, Marwan Batubara pun berkata yang sama. “Perhatikan pidato KAA yang serang Bank Dunia dan IMF. Tapi praktiknya, ngutang juga ke mereka,” ujarnya.

Setelah mengetahui track record yang bertolak belakang dengan yang dikampanyekan dulu dan berharap agar Jokowi turun dari jabatannya, Marwan Batubara juga memberikan rekomendasi pemimpin yang tepat bagi Indonesia agar dapat mengatasi permasalahan negeri ini, yang jelas-jelas telah gagal dijalankan oleh Jokowi.

“Prabowo atau JK (Jusuf Kalla),” tutup Marwan Batubara. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here