SHARE
Foto: Geo Energi/Dadih

Jakarta, GEO ENERGI – Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE) akan menginisiasi teknologi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) rootop akhir Juli ini.

“PLTS rooftop akan dikembangkan di perkotaan. Intinya menaruh panel di atas atap gedung perkantoran, gedung pemerintahan bahkan di bandara,” jelas Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM di Jakarta (12/6).

Untuk mengurangi pemakaian listrik berbahan bakar konvensional dari PLN penggunaan PLTS di perkotaan sangat dibutuhkan. Selain mengurangi emisi, PLTS rooftop ini dapat menghemat pengeluaran untuk membeli lahan.

“Membangun PLTS dibutuhkan lahan yang luas, jika kita bangun di perkotaan pasti akan mahal biayanya karena harga lahan di perkotaan tinggi. PLTS rooftop ini sifatnya lebih ekonomis dan kompetitif,” ujar Maritje.

Maritje mengaku akan membuka lelang PLTS rooftop di akhir Juli, segera setelah penetapan fitting tariff untuk listrik dari PLTS yang akan dikirimkan ke PLN. Fitting tariff ditetapkan untuk menarik investor untuk mau berinvestasi.

Untuk tahap awal, PLTS rooftop akan dipasangkan di Istana Presiden, Istana Bogor, Kantor Kementerian, Kantor Pemerintah Daerah, serta beberapa bandara di Kolaka, Maumere, Labuan Bajo dan Pulau Sumba. PLTS ini akan dibangun dengan kapasitas yang bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tempat.(GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here