SHARE

Jakarta, GEO ENERGI– Jika saja semua kasus korupsi Migas akan masuk bui, maka apakah selayaknya SKK MIgas dibubarkan saja? Karena nyaris semua korupsinya kini terbongkar dan sudah masuk dalam kubangan penjara.

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Mungkin ungkapan ini pantas disematkan kepada Raden Priyono, mantan Kepala BP Migas yang kini menjadi salah satu tersangka kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) penjualan kondensat yang merugikan negara hingga mencapai Rp 2 triliun.
Bareskrim Mabes Polri juga telah menetapkan dua tersang lainnya, yakni Djoko Harsono (DH) mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, dan Honggo Wendratmo (HW) salah satu pendiri PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Geo Energi diperoleh informasi bahwa sebelumnya Raden Priyono juga pernah disebut terjerat beberapa kasus dugaan tindak pidana korupsi saat menjadi orang nomor satu di BP Migas.
Pada tahun 2013 lalu, namanya Raden Priyono disebut-sebut terjerat kasus sewa gedung BP Migas. Saat itu Raden menugaskan Lambok Hutauruk sebagai panitia kerja perpindahan kantor BP Migas dari Gedung Patrajasa ke Wisma Mulia. Saat itu Lambok menjabat sebagai Deputi Hukum BP Migas.

Lambok ini dikenal pernah menjadi bagian dari penyidik KPK untuk urusan Migas, dikabarkan pula Lambok ini adalah orang yang mengintai Rudi Rubiandini sehingga di cokok KPK pada Selasa (13/8/2013) malam. Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini ditangkap tangan di kediamannya, di Jalan Brawijaya VIII, Jakarta Selatan.

Disinyalir perpindahan gedung BP Migas itu menghabiskan uang negara sebesar Rp 307,3 miliar dan fit out Rp 76 miliar melalui penunjukan langsung. Dugaan ini juga diduga melibatkan Johanes Widjonarko dan dan Gde Pradnyana.
Nama Raden Priyono juga pernah tersandung dalam skandal penyewaan Kapal Joko Tole sebesar Rp 7 triliun pada masa SKK Migas masih bernama BP Migas. Bau ‘busuk’ dalam kasus ini pun menyeruak lantaran dugaan mark up-nya jauh lebih besar dari kasus pembobolan Bank Century.

Kasus yang pernah disidik oleh KPK dua tahun silam hingga kini masih belum tuntas. Padahal pada saat itu Juru Bicara KPK Johan Budi berjanji akan menuntaskan dan bahkan pihaknya mengaku sudah ada peluang besar untuk membongarnya.
Nah sekarang Raden Priyono seperti kena batunya. Meski sempat berkali-kali lolos dari jerat hukum, kini dikasus penjualan kondensat dia tak bisa mengelak. Pasalnya pihak Bareskrim polri sudah menetapkannya sebagai tersangka. Kini kita tunggu keseriusan aparat kepolisian membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya.***AENDRA MEDITA l Laporoan TIM GEO ENERGI (RBW,EDY, YAS, GDH, FEL, REZ, HER, DSU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here