SHARE
ISES 2015

Bali, GEO ENERGI– Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Student Energy, sebuah organisasi non profit yang membidangi upaya penciptaan pemimpin-pemimpin di bidang energi yang berkomitmen untuk memajukan dunia agar memiliki masa depan yang berkelanjutan, menjadi tuan rumah konferensi The 2015 International Student Energy Summit (ISES) di Bali Nusa Dua Convention Center 10-13 Juni 2015.

Indonesia sangat mendukung kegiatan konferensi tersebut dengan akan dijadwalkannya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk menghadiri dan menemui para delegasi di hari terakhir acara konferensi. Disamping itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla juga telah menunjukkan dukungannya dengan membuka acara ISES 2015 secara resmi malam ini.

Konferensi tersebut dimulai dengan Energy Field Trip dan tur mengelilingi Bali oleh para delegasi dan peserta Student Case Competition. Dalam Field Trip yang diselenggarakan pagi tadi, para delegasi mengunjungi sebuah pembangkit listrik tenaga biomassa/bambu di Bangli, di belahan utara Pulau Bali, daerah yang dikenal sebagai pusat kerajinan tangan bambu. Pembangkit tersebut memproduksi listrik dengan mengubah limbah bambu menjadi energi terbarukan melalui proses gasifikasi. Inisiatif untuk menghasilkan listrik dari bambu tersebut telah menunjukkan bagaimana ‘memanusiakan’ pembuatan energi dan memberikan sebuah alternatif dalam memandang limbah, energi dan keberlanjutan. Selain itu, di dalam Field Trip tersebut, para delegasi juga telah mengunjungi desa-desa di Bali dan sebuah museum vulkanologi. Selain itu pihak penyelenggara Student Case Competition memiliki tujuan untuk membantu para mahasiswa memperdalam pengertian mereka atas sistem energi serta mengeksplorasi berbagai solusi alternatif bagi masalah energi yang kompleks.

ISES merupakan sebuah konferensi dwi-tahunan yang digelar Student Energy bersama dengan sebuah universitas lokal. Konferensi yang digelar mempertemukan mahasiswa dan mahasiswi dari seluruh dunia dengan latar akademis yang berbeda untuk mendiskusikan isu-isu global berkenaan dengan energi dan bagaimana generasi muda dapat berperan dalam memimpin dunia menuju masa depan yang berkelanjutan.

“Connecting the Unconnected” atau Menghubungkan yang Belum Terhubung menjadi titik fokus ISES 2015. Di konferensi tersebut, pakar-pakar energi dunia akan menjadi pembicara untuk mengeksplorasi berbagai topik, diantaranya akses ke energi, investasi di sektor energi terbarukan dan cara-cara yang bisa diterapkan untuk mengurangi emisi karbon. “Menurut hemat kami, keterhubungan di bidang energi menawarkan jauh lebih banyak daripada hanya menerangi rumah masyarakat atau memberi mereka akses untuk menikmati energi. Keterhubungan tersebut mengkoneksi ide, membuka kesempatan untuk saling berbagi perspektif baru, mengkoneksi orang-orang dari belahan dunia lain dan dari generasi yang berbeda,” ungkap Hilman Syahri Fathoni, Chairman ISES 2015 sekaligus mahasiswa Teknik Geologi ITB. Melalui seleksi yang ketat, ITB akhirnya terpilih untuk menjadi tuan rumah ISES 2015, mengalahkan lebih dari 15 universitas di seluruh dunia.

“ISES lebih dari sekedar konferensi. ISES merupakan kesempatan bagi kami untuk berkumpul dan saling berbagi perspektif dan ilmu pengetahuan. Konferensinya memungkinkan kita untuk mengembangkan kapasitas dalam rangka mengatasi masalah-masalah energi dan lingkungan yang rumit. Selain itu, konferensi ini membuktikan komitmen Indonesia untuk memiliki masa depan energi dunia yang cerah dan kepercayaan negara tersebut kepada kemampuan para pemudanya untuk membuat perbedaan,” kata Kali Taylor, co-rounder dan executive director of Student Energy.

Konferensi ini akan membawa dunia kepada Indonesia dengan datangnya 660 delegasi mahasiswa dari 100 negara (dengan persentasi peserta dari Indonesia sebesar 25%) dan menghadirkan 70 pembicara ahli dari sektor energi dan lingkungan hidup internasional dan nasional, diantaranya adalah Sri Mulyani (Managing Director and Chief Operating Officer, World Bank), His Excellency Maumoon Abdul Gayoom (Former President of Maldives) dan Dr. Noeleen Heyzer (Former Under-Secretary-General of the United Nations).

Dalam menyelenggarakan ISES 2015 tersebut, para mahasiswa ITB menerima asistensi dari Dewan Penasihat Teknis, yang terdiri atas para akademisi dan dosen di bidang energy dan lingkungan, dan juga dari Dewan Penasihat Tinggi, yang terdiri atas CEO perusahaan yang terlibat dalam industri energi nasional. (ISES/HER)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here