SHARE
Foto: Umul/ST

Jakarta, GEO ENERGI – Pengembangan biodisel dari minyak sawit di Indonesia belum optimal dilakukan. Saat ini Indonesia hanya mengembangkan biodisel jenis normal grade yang memiliki titik tuang tinggi.

Hal tersebut seperti diungkapkan Muhammad Fuad, Badan Litbang ESDM, PPPTMGB, Lemigas. Menurutnya Biodisel dari minyak sawit sangat potensial dikembangkan sebagai komponen ketahanan energi di Indonesia.

“Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia, untuk itu ketersediaan bahan baku pembuatan biodisel sangat mendukung, jelasnya, Rabu (10/6/15) di Jakarta pada Diskusi Ilmiah XXI Lemigas.

Namun, menurutnya biodisel memiliki kelemahan yakini mudah teroksidasi dan rentan terhadap suhu rendah. ‘”Oleh karena itu perlu dilakukan diversifikasi pembuatan biodisel dengan membuat biodisel jenis winter grade,” jelas Fuad.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa biodisel jenis winter grade dapat dibuat dengan memisahkan senyawa asam metil ester yang memiliki titik tuang tinggi dengan teknik kristalisasi.

“Peran biodisel dapat lebih dioptimalkan dengan mengembangkan produk biodisel winter grade yang memiliki kestabilan terhadap suhu rendah,” jelasnya. (UMK/ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here