SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – PT Pertamina (Persero) memperkirakan, tingkat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah mengalami kenaikan. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan kenaikan terjadi hampir disemua jenis BBM, kecuali jenis BBM solar.

“Untuk premium naik 18 persen, dari rata-rata normal 76.258 kiloliter (kl) menjadi 89.817 kl. Lalu avtur naik 10 persen dari rata-rata normal 11.534 kl menjadi 12.701 kl, dan LPG naik empat persen dari rata-rata harian normal 19.793 mt menjadi 20.517 mt. Untuk solar turun 11 persen dari rata-rata harian 37.228 kl menjadi 33.250 kl,” papar Bambang di Jakarta, Rabu (10/6).

Ahmad menjelaskan, kenaikan pemakaian BBM dan LPG diperkirakan terjadi di puncak arus mudik, yakni H-3 sampai H+3 Lebaran. “Kalau di Lebaran 17-18 Juli. Krusialnya itu paling besar di 15-16 Juli, ketika arus balik di tanggal 21 Juli. Karena 22 Juli sudah mulai kerja,” kata dia.

Guna mengantisipasi terjadinya kekurangan, perseroan telah menyiapkan sistem untuk memantau stok-stok di SPBU. “Kita juga punya sistem untuk memantau lokasi setiap depo stoknya seperti apa, stok di SPBU ada tidak. Tanker juga disiapkan deket depot. Diposisi ini, sebelumnya masuk dalam full keamanan, kita operasikan tanker,” tuturnya.(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here