SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Kota Malang, Jawa Timur menyulap sampah menjadi energi alternatif yang bermanfaat untuk masyarakat setempat. Langkah ini terbukti mengurangi dampak pencemaran air tanah yang disebabkan oleh kebocoran sisa selama pemakaian Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Pemerintah Kota Malang berkomitmen memanfaatkan energi alternatif yang bersumber dari sampah. Hingga saat ini, penerima manfaat gas metan sudah sebanyak 508 kepala keluarga,” jelas Wali Kota Malang, Muhammad Anton kepada Geo Energi, Rabu (10/5).

Langkah tersebut, dikatakan Anton tak lepas dari kendala terkait pengelolaan sampah. Sejauh ini masih sangat sedikit investor yang berminat memanfaatkan energi baru terbarukan ini. “Kendala pemanfaatan energi baru terbarukan karena belum banyak mengundang investor. Investasi di sektor sampah sebagai sumber energi belum ada yang tertarik,” ungkap Muhamad Anton.

Ia berharap, upaya ini diapresiasi oleh pemerintah pusat dengan para investor untuk turut mengembangkan energi baru terbarukan ini. Karena, dengan langkah tersebut, dipastikan bakal membantu negara untuk mengatasi dampak emisi gas rumah kaca. Belum lagi terhadap keselamatan warga yang tinggal di dekat area TPA.

“Langkah selanjutnya, kami akan buka lelang investasi untuk memaksimalkan energi baru terbarukan dari sektor sampah. Karena, ini merupakan salah satu potensi besar dari Kota Malang,” tutupnya.(NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here