SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mengajak masyarakat untuk bersama-sama memulihkan ekosistem laut. Hal itu diungkapkan dalan rangka memperingati Hari Kelautan se-Dunia 2015.

“Ekosistem laut harus dipulihkan dari ancaman kerusakan, seperti sampah, pencemaran industri, penangkapan ikan berlebih, reklamasi pantai, dan pengasaman laut sebagai dampak perubahan iklim,” papar Sekretaris Jenderal KIARA, Abdul Halim kepada Geo Energi di Jakarta, Selasa (9/6).

Dikatakan Abdul Halim, kini masyarakat global bergegas menyelamatkan ekosistem laut yang terancam. Untuk itu, menurut dia diperlukan langkah konkret guna menghentikan dan memulihkan laut yang rusak.

Di antara kebijakan yang konsisten dari pemerintah sangat dibutuhkan, semisal moratorium proyek reklamasi pantai dan pembolehan dumping ke perairan nasional. “Dari data dan informasi KIARA per Juni 2015, tercatat 12,7 juta ton sampah dibuang ke sungai dan bermuara di lautan tiap tahun.

Dari jumlah tersebut, ia menjelaskan, terdapat 13.000 plastik mengapung di setiap kilometer persegi setiap tahunnya. Ironisnya, Indonesia ditempatkan sebagai posisi kedua setelah Tiongkok dari 20 negara yang paling banyak membuang sampah plastik ke laut setiap tahunnya.

“Setelah Indonesia dosusul Filipina, Vietnam, Sri Lanka, Thailand, Mesir, Malaysia, Nigeria, dan Bangladesh,” ujar Abdul Halim.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here