SHARE
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor E Simanjuntak.

Jakarta, GEO ENERGI – Para tersangka kasus korupsi dan pencucian uang dalam penjualan kondensat yang melibatkan SKK Migas dan PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), dijadwalkan kembali diperiksa pekan depan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor E Simanjuntak. “Minggu depan kami periksa para tersangka,” kata Victor di Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/6).

Para tersangka yang bakal diperiksa adalah DH dan RP. Keduanya sudah diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri, pekan lalu. Selain itu, penyidik sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yani RP, HW dan DH. Sejauh ini, hanya HW yang belum diperiksa penyidik, karena yang bersangkutan diketahui masih berada di Singapura.

Dalam kasus ini, TPPI ditetapkan telah melanggar kebijakan wapres Jusuf Kalla (saat itu). Menurut kebijakan wapres, penunjukan TPPI sebagai pelaksana penjualan kondensat bagian negara, seharusnya diberikan dengan syarat bahwa hasil olahan kondensat dijual kepada PT Pertamina.

Tetapi, pada Oktober 2008, TPPI akhirnya menjual kondensat ke pihak lain, baik perusahaan lokal maupun asing. Karena itu, kasus ini bermula dari penunjukan langsung BP Migas terhadap PT TPPI, terkait penjualan kondensat pada periode 2009-2010.

Adapun perjanjian kontrak kerja sama kedua lembaga tersebut, telah dilakukan pada Maret 2009. Belakangan diketahui, penunjukan langsung ini menyalahi peraturan BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-50 tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondesat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BP00000/2003-S0 tentang Pembentukan Tim Penunjukan Penjualan Minyak Mentah Bagian Negara.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here