SHARE
Maket Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Batan (ilustrasi)

Bandung, GEO ENERGI – Radiasi di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terbukti jauh lebih besar ketimbang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Hal itu diungkapkan oleh Fisikawan Institut Teknologi Bandung (ITB), Profesor Zaki Su’ud.

Salah seorang profesor nuklir Indonesia ini menjelaskan, sejauh ini pembangunan PLTN di Indonesia masih banyak ditentang oleh masyarakat. Alasan utamanya kekhawatiran terhadap efek radiasi yang berasal dari reaktor nuklir. Radiasi dikatakan berbahaya bagi kesehatan, dan bisa merusak genetik.

“Jangan salah, di lingkungan sendiri sebenarnya sudah ada radiasi. PLTU sendiri punya radiasi yang jauh lebih besar dari PLTN, sampai 50 kali lipat,” jelas Prof Zaki Su’ud kepada jurnalis Geo Energi di Kampus ITB, Bandung (8/6).

Dalam batu bara, menurut dia terdapat kandungan uranium dan torium hingga 5 ppm. Saat pembakaran batu bara di PLTU, menurut dia kedua unsur bersifat radioaktif tersebut akan ikut terbakar dan menghasilkan radiasi tinggi. Besar radiasi bisa 50 kali lipat lebih besar dibanding radiasi PLTN.

“Di PLTN generasi baru, limbah dari reaktor nuklir akan diolah kembali dan menghasilkan energi, sehingga radiasi yang keluar pun akan sangat sedikit,” ujar Zaki. Karena itu, persepsi orang tentang ancaman terhadap keamanan PLTN dapat terbantahkan. Bahkan, PLTN jauh lebih aman ketimbang PLTU.(GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here