SHARE
ILUSTRASI

Nusa Dua, GEO ENERGI – Pasar batu bara dunia kini tengah menuju keseimbangan baru, yang akan membuat industri batu bara nasional menjadi lebih efisien. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan

“Penurunan harga batu bara dalam beberapa tahun terakhir, mendorong pasar ke arah normalisasi. Yang terjadi sebelumnya merupakan keuntungan abnormal,” kata Sudirman, saat pembukaan Pertemuan Tahunan Coaltrans Asia ke-21 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/6).

Sebelumnya, menurut dia harga batu bara sempat melejit hinga di atas 100 dolar AS per ton, dan membuat banyak industri memperoleh keuntungan besar. Padahal, keuntungan besar dalam waktu singkat, menurut dia justru memunculkan perilaku buruk para pengusaha.

Ia menjelaskan, booming batu bara telah membuat banyak terjadi keruskan lingkungan di Indonesia. “Terbukti, kondisi tersebut berdampak pada kerusakan lingkungan dan praktik-praktik korupsi di banyak daerah,” papr Sudirman.

Adapun harga batu bara yang saat ini ada di titik rendah, yakni sekitar 64 dolar AS per ton, bakal memaksa podusen batu bara melakukan konsolidasi internal. “Ini menjadi situasi yang baik untuk mendidik perusahaaan agar menjadi efisien,” ujarnya.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here