SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggagas perlunya pembentukan perusahaan holding energi. Dengan terbentuknya perusahaan holding energi nasional, dinilai bakal mempermudah perusahaan pelatmerah untuk melakukan ekspansi.

“Pembentukan perusahaan ‘holding’ energi nasional akan menyatukan kekuatan yang bakal memudahkan ekspansi bisnis, baik di dalam negeri maupun internasional,” kata Ketua Koordinator Gas Industri Kadin, Achmad Wijaya kepada Geo Energi di Jakarta, Ahad (7/6).

Pembentukan perusahaan holding energi nasional, menurut dia bisa dilalukan dengan penggabungan PT Pertamina dengan PT PGN serta PT PLN. Selain bisa meningkatkan daya saing dan mempermudah ekspansi bisnis, tak ragu lagi tata kelola migas nasional dipastikan bakal semakin kokoh.

Keberadaan perusahaan energi yang terpisah-pisah, menurut dia membuat Pertamina sulit menjadi besar. Dengan Pertamina dan PGN yang berdiri sendiri-sendiri, menjadikan harga jual energi dari Sabang sampai Merauke tidak pernah sama dan sulit bersaing di tingkat dunia.

“Coba lihat PT Semen Indonesia, setelah digabungkan maka mereka sangat kuat, dan mampu melakukan ekspansi hingga ke Vietnam, dan mungkin akan ke negara lainnya,” papar Achmad Wijaya. Ia menjelaskan, keberhasilan Dwi Soetjipto ketika memimpin holding Semen Indonesia (SI) bisa diterapkan dalam holding energi.

“Jika perusahaan holding energi yang menggabungkan Pertamina dengan PGN, dan juga PLN sudah dibentuk, maka institusi SKK Migas tidak perlu lagi, karena fungsinya sama saja dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM.”(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here