SHARE
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said

Vienna, GEO ENERGI – Pemerintah Arab Saudi, Kuwait, Irak dan Anggola menyatakan siap menjalin kerja sama lebih erat dengan Pemerintah Indonesia dibidang minyak dan gas bumi, baik pada sisi hulu maupun hilir.

Kesiapan negara-negara tersebut dinyatakan dalam bilateral meeting secara langsung kepada pimpinan delegasi Indonesia, Menteri ESDM, Sudirman Said. Sebagaimana dilansir Pusdatin Kementerian ESDM, berikut hasil-hasil pertemuan bilateral meeting dengan Delegasi Arab Saudi, Kuwait, Irak dan Angola:

Pertemuan Menteri ESDM dengan Menteri Petroleum Angola, José Maria Botelho de Vasconcelos membahas sejumlah peluang kerja sama, antara lain supply crude untuk Indonesia. Kini Indonesia membeli 1 juta barrel crude per bulan dari Angola.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Indonesia mengungkapkan kebutuhan supply crude yang lebih banyak, dengan proses revitalisasi kapasitas kilang dari 800.000 bpd dengan 1,6 juta bpd. Sehingga, dibutuhkan supply yang lebih besar lagi.

Di sisi upstream, pemerintah mendorong Pertamina dan NOC Angola (Sonangol) bekerja sama dalam melakukan eksplorasi dan eksploitasi di ladang-ladang minyak di Angola. Adapun di sisi downstream, Menteri Angola dan Menteri ESDM Indonesia mendorong NOC kedua negara membangun refinery bersama-sama di Indonesia untuk benefit bersama.

Dengan kerjasama ini, Angola akan memiliki pembeli minyak mentah jangka panjang, yakni Indonesia dan Indonesia akan memiliki pemasok minyak minyak mentah jangka panjang yakni dari Angola.

Sedangkan dalam pertemuan dengan Arab Saudi, kedua pihak mendiskusikan sejumlah hal antara lain, aprasiasi Arab Saudi mengapresiasi kembalinya Indonesia menjadi anggota OPEC secara penuh karena Indonesia merupakan founder OPEC.

Pemerintah Saudi menyatakan mendorong NOC Arab Saudi (Saudi Aramco) untuk secara profesional berinvestasi dalam pembangunan kilang di Indonesia guna menjamin kontinuitas pasokan jangka panjang bagi Indonesia sebagai konsumen/pembeli, dan Arab Saudi sebagai produsen.

Pertemuan dengan delegasi Kuwait, Pemerintah Kuwait menyatakan kesiapannya untuk mendorong perusahaan nasional Kuwait untuk investasi di Indonesia. Kuwait meminta pemerintah Indonesia mempertimbangkan komitmen Kuwait untuk membangun kilang di Indonesia.

Pemrintah Indonesia sendiri meminta Kuwait untuk dapat diberikan kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan usaha hulu di Kuwait. Selain itu, Indonesia meminta kesediaan Kuwait untuk memasok minyak mentah untuk kebutuhan Indonesia, karena Indonesia membutuhkan security supply crude untuk jangka panjang.

Adapun pertemuan bilateral antara Menteri ESDM dengan Menteri Perminyakan Irak mendiskusikan potensi Irak meningkatkan pasokan jangka panjang minyak mentah untuk Indonesia. Termasuk membuka kesempatan Irak untuk berinvestasi dalam pembangunan kilang di Indonesia.

Irak juga membuka kesempatan bagi Pertamina untuk memperluas atau memperbesar partisipasi dalam kegiatan usaha hulu migas di mana Pertamina saat ini memiliki share di blok minyak di Irak yakni blok West Qurna bersama Lukoil dan LITASCO dengan produksi 1 juta barrel per bulan.(ABA)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here