SHARE
Kemiri Sunan (ilustrasi)

Sukabumi, GEO ENERGI – Masyarakat di Bejawa, Nusa Tenggara Timur (NTT) memanfaatkan tanaman kemiri sunan dalam binaan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Parung Kuda, Sukabumi, Jawa Barat.

“Kami membantu mengawal salah satu pihak swasta dalam membudidayakan tanaman kemiri sunan. Luas lahannya kini sudah 650 hektar,” ujar Peneliti Utama Biodiesel Balitbang, Dibyo Pranowo di Sukabumi, Kamis (4/6).

Tanaman ini bisa menghasilkan biodiesel. Dalam 1 hektar lahan kemiri sunan, dapat menghasilkan 100 sampai 150 pohon. Dalam setahun, satu pohon kemiri sunan yang berumur 8 tahun mampu menghasilkan 100 kg biji kering, yang jika diproses dapat memproduksi 50 liter biodiesel.

Kemiri sunan tidak dapat dikonsumsi, karena beracun dan mampu menjadi peptisida hama. Daunnya yang gugur saat tumbuh bunga, akan menyuburkan tanah di sekitarnya. Perakarannya yang tunggang akan mengikat air, sehingga dapat mengubah struktur tanah yang semakin subur.

Jarak tanamnya yang lebar, memberikan sedikit lahan untuk menanam tumbuhan lain, seperti kopi dan sereh manis. Sehingga, petani di sana bisa menghasilkan produk lain selagi menunggu kemiri sunan tumbuh. Gliserol yang telah dipisahkan dari bidieselnya pun bermanfaat untuk dijadikan bahan kosmetik dan sabun.

Sejak ditanami kemiri sunan, daerah Bejawa yang biasanya panas mencapai 34 derajat celcius, kini sudah lebih sejuk menjadi 28 derajat celcius. Masyarakat di sana mulai berkembang karena terbukanya lapangan pekerjaan saat membuka lahan seluas 650 hektar tersebut.

Pantauan Geo energi, pembangunan di sana sudah mulai dilakukan, mulai dari tempat ibadah sampai sekolah. “Sangat banyak manfaat dari 1 tumbuhan ini. Sudah seharusnya kita olah dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan bangsa kita sendiri,” papar Dibyo. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here