SHARE
Kemiri Sunan (ilustrasi)

Sukabumi, GEO ENERGI – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) di Parung Kuda Sukabumi, Jawa Barat, mengembangkan budi daya tanaman kemiri sunan di lahan pertambangan timah Bangka Belitung. Selain menjadi bahan baku biodiesel, tanaman ini bisa menjadi tanaman konservasi.

Sedang dikembangkan menjadi bahan baku biodiesel, kemiri sunan punya kemampuan hidup di berbagai agroekosistem. Karena itu, tanaman ini bisa menjadi tanaman konservasi, semisal untuk reklamasi daerah bekas tambang.

“Lahan bekas tambang timah yang miskin hara sangat marginal, tidak semua pohon dapat tumbuh di sana, tapi kemiri sunan bisa,” ujar Peneliti Utama Biodiesel di Balitbang Parung Kuda, Dibyo Pranowo di Parung Kuda, Sukabumi, Kamis (4/6).

Hingga kini sudah ada perusahaan swasta yang membudidayakan tanaman ini di lahan bekas tambang di Bangka. Total luas lahan sudah mencapai 70 hektar, dengan bibit varitas unggul. Balitbang sendiri berperan membina kegiatan ini dengan memberikan bibit unggul, pupuk yang sesuai, dan teknologi reaktor biodiesel.

Tidak hanya di pertambangan timah, lahan bekas pertambangan batu bara juga bisa menjadi habitat kemiri sunan. “Bekas timah aja bisa, apalagi bekas tambang batu bara. Di sela-sela batu dan pasir pun bisa,” ujar Dibyo.(GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here