SHARE
Kantor Pusat PT Pertamina (ilustrasi)

Jakarta, GEO ENERGI – Pertemuan rahasia yang dilakukan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto bersama sejumlah Anggota Komisi VII DPR di sebuah hotel di Jakarta, dinilai melanggar etika hukum dan politik. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean.

Pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup itu, menurut dia patut dicurigai. Terkait pertemuan tersebut, Ferdinand meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk memeriksa para anggota dewan yang terlibat dalam pertemuan tersebut.

“Pertemuan ini sangat kental bernuansa tidak layak dan mengandung kepentingan oknum Anggota DPR. MKD DPR harus memanggil Anggota DPR yang hadir dalam pertemuan itu, memeriksa mereka ihwal motif dan dasar serta tujuan pertemuan tersebut,” kata Ferdinand kepada Geo Energi, di Jakarta, Kamis (4/6).

Ferdinand juga meminta penegak hukum memeriksa para peserta pertemuan tersebut. “Penegak hukum juga harus memeriksa para peserta yang hadir, jangan-jangan ada gratifikasi di sana. Sudah jadi kebiasaan bagi mereka seperti itu, selalu dapat sesuatu jika bertemu dengan mitra kerja. Artinya, unsur gratifikasi harus diusut dalam hal ini,” pungkasnya.(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here