SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Kabar adanya diskon sebesar 15 persen dalam pembelian minyak mentah dari Sonangol, terbukti isapan jempol belaka. Hal itu diungkapkan oleh pengamat energi Yusri Usman. Ia menduga ada agenda terselubung di balik pembelian minyak mentah dari Angola tersebut.

“Kalau dihitung 100.000 barel, negara akan ada penghematan selama setahun sebesar Rp15 triliun. Itulah yang dikampanyekan Menteri ESDM, Sudirman Said. Beliau katakan kita akan mendapatkan berkah. Ada satu negara yang selama ini kita abaikan justru mau menolong,” kata Yusri kepada Geo Energi, Kamis (4/5).

Dikatakan Yusri, setelah pelantikan presiden dan wapres pada Oktober 2014, datang rombongan dari Angola yang dipimpin Wakil Presiden Angola, Manuel Domingos Vicente. Saat itu muncul wacana dari China Sonangol, rekan kerja Surya Energi, bahwa mereka akan menyuplai 100.000 barel per hari dengan diskon 15 persen.

Dengan diskon tersebut, negara dikabarkan bakal bisa menghemat USD2,5 per tahun. Akan tetapi, dalam perjalanannya tidak sesuai kesepakatan. “Saat tahap B to B, yang muncul malah China Sonangol. Dia nongol di ujung, diawal belum. Jadi, waktu pertama teken perjanjian antara G to G menjadi B to B; antara Pak Muhammad Husein, Plt Dirut Pertamina dengan Franciaco de Lemos (Chairman of The Board of Directors), itu disaksikan oleh Pak Jusuf Kalla dan Manuel Domingos Vicente,” ungkapnya.

Tiba-tiba, dijelaskan Yusri, melalui Direksi Pertamina kontrak dialihkan dengan Pertamina Energy Services (PES) di Singapura. Dari situlah, akhirnya berujung pada pembatalan kontrak yang bakal memberi diskon 15 persen dari pembelian minyak mentah Sonangol.(NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here