SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – World Wide Fund for Nature (WWF) menyambut antusias moratorium pembukaan hutan alam dan lahan gambut yang diumumkan oleh Asia Pacific Resources International Ltd (APRIL). Langkah ini dikatakan sebagai bagian dari penyempurnaan Sustainable Forestry Management Policy (SFMP 2.0).

“Penguatan SFMP APRIL yang diumumkan hari ini merupakan tanggapan atas tuntutan penghentian deforestasi yang disuarakan kelompok masyarakat sipil sejak lama. WWF berharap APRIL dapat mengimplementasikan komitmen ini secara menyeluruh, mengingat potensi dampak positifnya bagi lingkungan hidup dan sosial,” kata CEO WWF-Indonesia, Efransjah kepada Geo Energi, Rabu (3/6).

Kendati demikian, dikatakan Efransjah pihaknya masih menanggapinya dengan hati-hati implementasi secara penuh dari komitmen APRIL. Karena itu, menurut dia WWF akan terus memantau kemajuan implementasi SFMP 2.0 bersama pemangku kepentingan lainnya, seperti dengan koalisi LSM, Eyes on the Forest.

Sebagaimana diketahui, APRIL berkomitmen tak menambah areal baru, izin ataupun pemasok kayu yang melanggar prinsip-prinsip pengelolaan hutan yang terdapat dalam SFMP 2.0. Kendati APRIL berkomitmen tidak membuka lahan gambut yang masih berhutan, kini masih terdapat peluang pengembangan lahan gambut yang terdegradasi berdasarkan kajian dan rekomendasi dari pakar lahan gambut independen.

Sebagai bagian Stakeholder Advisory Committee (SAC), WWF akan terus bekerja sama dengan anggota lainnya yang terdiri dari para pakar dan kelompok masyarakat sipil, untuk mendukung dan memberi masukan kepada APRIL agar memenuhi komitmennya. “WWF juga mendorong APRIL untuk menambah perwakilan kelompok masyarakat sipil di dalam keanggotaan SAC dan melakukan kajian independen terhadap kemajuan implementasi SFMP 2.0.”

Karena itu, menurut dia WWF meminta APRIL agar selalu memberikan respon dan melakukan tindak lanjut atas semua rekomendasi dan masukan dari SAC serta pemangku kepentingan kunci lainnya secara jelas dan transparan.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here