SHARE
ILUSTRASI

Muara Teweh, GEO ENERGI – Penjualan batu bara di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dilaporkan mengalami peningkatan selama periode Januari-Mei 2015. Peningkatan tercatat mencapai 2,1 juta ton, atau bertambah cukup signifikan dibanding sebelumnya, yakni 1,7 juta ton.

“Jumlah ini penjualan dari 10 investor pemegang izin kuasa pertambangan atau izin usaha pertambangan (IUP) dan satu pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B),” kata Kepala Bidang Pengawasan Tambang Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara, Sarifudin, Senin (1/6).

Sejauh ini, dikatakan Sarifudin penjualan batu bara mengalami penurunan dalam setahun terakhir. Penurunan penjualan ini disebabkan anjloknya penjualan batu bara di luar negeri. Akibatnya, hampir semua perusahaan mengurangi produksi demi menekan biaya operasional.

Sejumlah perusahaan tambang batu bara, menurut dia diketahui telah merumahkan karyawannya karena harga batu bara anjlok. “Produksi batu bara di kabupaten pedalaman Kalteng juga masih mengalami kendala angkutan, karena selama ini mengandalkan transportasi air melalui Sungai Barito,” paparnya.

Ia menjelaskan, angkutan batu bara kerap terkendala, akibat kedalaman Sungai Barito. Bila naik di atas normal, kapal tidak bisa berlayar karena terhalang jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh. “Kalau air Sungai Barito surut, tidak bisa dilayari tongkang dan kapal besar,” katanya.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here