SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Terkait dengan penangguhan divestasi pihak PT Freeport Indonesia oleh pemerintah, Bambang Gatot, Dirjen Mineral dan batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bahwa pihaknya bukan lemah menghadapi pihak pemodal asing.

Hanya saja, sampai saat ini sampai dengan Juli 2015 mendatang, pihaknya masih melakukan pengkajian ulang terkait hal tersebut. Padahal, seharusnya Kontrak Karya Freeport telah selesai dan tidak lagi diperpanjang mengingat Freeport tidak menyelesaikan kewajibannya untuk mendivestasikan sahamnya sebesar 51% karena perusahaan Amerika tersebut belum juga melakukan pembangunan smelter terkait dengan Permen ESDM tentang pelarangan ekspor bahan mentah untuk perusahaan tambang.

“Itu telah menjadi bahasan panjang semenjak saya masih menjadi staff ahli Kemendag. Dalam pembahasan itu ada beberapa perusahaan yang harus menyesuaikan dengan sistem baru ini. Kemudian selanjutnya keluar Kepmendag no. 26 yaitu pemerintah berikan rileksasi dan diberi waktu untuk perusahaan dalam rangka penyesuaian dengan sistem baru tersebut,” papar Bambang dalam agenda mingguan Energi kita di Jakarta, Minggu (31/5).

Dengan keluarnya Kepmendag tersebut, Bambang menjelaskan, pihaknya pada akhirnya memberikan rekomendasi untuk penangguhan. Karena dalam peraturannya pemerintah dari pihak Kementerian ESDM berhak memberikan rekomendasi.

“Karena Permen tadi kita sebagai pemerintah dari ESDM diminta berikan rekomedasi, itulah yang kita lakukan. Kalau sifatnya masih Permen no. 26 itu, maka tidak salah dilakukan penangguhan. Karena aturannya kita bisa berikan rekomendasi,” tambahnya.

Bambang menegaskan bahwa hal ini akan segera diputuskan pada bulan Juli mendatang. Penangguhan divestasi Freeport akan segera menemukan keputusannya.

“Kita katakan divestasi keuangan belum selesai. Itu adalah sarana bicara dan negosiasi. KLau keputusan final kita belum tahu, tapi sementara ada ruang bicara kita ambil dan lakukan. Bukan berarti kita lemah,” tegasnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here