SHARE
Foto: Albert/ST

Jakarta GEO ENERGI– Pemerintah menyiapkan peta jalan percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

“Kalau kemarin kita menyiapkan peta jalan pengembangan energi baru terbarukan Indonesia, sekarang Pak Menteri meminta ditambah kata percepatan pengembangan energi baru terbarukan,”kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Rida Mulyana dalam sambutan Pembuka Acara Musyawarah Nasional (Munas) METI di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2015.

Menurut dia, untuk mencapai percepatan tersebut diperlukan peranan stakeholder mengingat keberadaan energi mempengaruhi sektor kehidupan lain. “Jangankan hanya terkait energi baru terbarukan, secara umum energi sangat tergantung peranan multi sektor,”tambah Rida.

Rida menegaskan, saat ini Pemerintah saat serius dan berkomitmen tinggi dalam mengembangkan energi baru terbarukan. “Pemerintah serius, sudah punya komitmen tinggi,”tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua METI periode 2012-2015 Rachmat Gobel, juga menyampaikan bahwa dalam 5 tahun kedepan energi terbarukan merupakan program yang harus didorong dalam memajukan program 35 ribu mega watt (MW) yang sudah diprogramkan pemerintahan jokowi. Infrastruktur ke depan harus infrastruktur yangg berwawasan lingkungan. “Ini adalah kesempatan yang besar untuk 5 tahun kedepan sehingga energi terbarukan bisa mendukung dalam mewujudkan 35 ribu MW”, ujar Rahmat Gobel.

Rahmat Gobel menambahkan bahwa METI harus menunjukkan upaya dalam mendorong penggunaan energi terbarukan di indonesia. “Saya rasa saya optimis, pengurus METI mendatang harus agresif dan proaktif. Jangan ada ego sektoral sehingga bisa cepat dalam mengambil keputusan. Saya ingin mengajak para anggota dan pengurus METI yang akan datang untuk melakukan kesempatan ini sebaik-baiknya. Saya sering berkoordinasi dengan Menteri ESDM beliau juga mendorong penggunaan energi terbarukan kedepannya”, pungkasnya.(EBTKE/HER)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here