SHARE
Marsekal Madya Eris Herryanto (kiri)

Jakarta, GEO ENERGI – Hidup sebagai penerbang sudah mendarah daging bagi Eris Herryanto. Pria berusia 60 tahun ini merupakan jenderal purnawirawan Angkatan Udara, dengan pangkat terakhir marsekal madya. Selama 17 tahun, terhitung sudah lebih 3500 kali Eris mengarungi angkasa raya dengan pesawat tempur.

Setelah pensiun, praktis ia tak lagi menerbangkan pesawat tempur. “Ada sesuatu yang hilang dalam diri saya, jika tidak bisa melakukan terbang lagi,” ungkapnya kepada GEO ENERGI, saat ditemui pada Launching Pusdirga dan Festival Dirgantara Fair di Cibubur, Jakarta Timur, pekan lalu.

Dalam acara tersebut, ia menunjukkan kebolehannya menerbangkan pesawat pribadi jenis Pitts, dengan melakukan akrobatik udara. Pengunjung pameran berdecak kagum dengan kebolehan mantan Sekjen Kementerian Pertahanan ini. “Ada kepuasan tersediri ketika melakukan manuver, karena kerinduan pada dunia penerbangan,” akunya bangga.

Club Penerbang di Cibubur dan Asia Aero Flying Club (AAFC) membuatnya kembali bergairah di usia pensiun. “Saya memulai hobi ini sejak 2009, namun di tahun 2003 saya sudah memulainya dengan pesawat jenis trike (pesawat tanpa badan pesawat yang terbungkus, red).”

Ditanya ihwal risiko keselamatan, ia menanggapinya dengan senyuman. Pasalnya, belum lama ini kerap kita dengar peristiwa kecelakaan pesawat, baik di dalam maupun luar negeri. “Sejauh ini, dari penelitian di dunia, sepenuhnya 80 persen karena human error.”

Sebelum pesawat diterbangkan, ia menjelaskan, harus diperiksa dulu kelaikanya. Di samping mempunyai alat-alat yang standar untuk bisa terbang, apalagi kecangihan tekhnologinya. “Kalau karena kerusakan alat kecil kemungkinannya. Jadi, selama ini lebih karena faktor human error yang banyak menyebabkan kecelakaan.”

Menjadi seorang penerbang, menurut dia harus memiliki kesehatan yang prima. Selain fisik memadai, penerbang harus menguasai multitasking, yakni saat yang sama harus sanggup memecahkan satu masalah; segenap panca indera harus dalam kondisi siaga.

Untuk melindungi tubuh, penerbang harus mengenakan baju anti bakar dengan ukuran pas di tubuh. “Dengan begitu, jika terjadi kebakaran pesawat, tubuh bisa terlindungi,” paparnya.(SUN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here