SHARE
Mantan Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Herawati Legowo

Jakarta, GEO ENERGI – Mantan Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Herawati Legowo memilih bungkam usai diperiksa oleh penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“Saya no comment deh. Sudah ya, saya ini sudah pensiun,” kata Evita di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/5). Evita diperiksa Bareskrim sebagai saksi, terkait kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dalam penjualan kondensat bagian negara yang melibatkan SKK Migas dan PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI).

Evita dimintai keterangan seputar surat kontrak kerja antara Kementerian ESDM dan SKK Migas. “Diperiksa soal surat-surat. Beliau menjawab tidak ada hubungan kerja Kementerian ESDM dengan BP Migas,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim, Brigjen Victor E Simanjuntak.

Hingga kini, penyidik sudah memeriksa 29 saksi dari unsur SKK Migas, TPPI, Kementerian Keuangan, Pertamina dan Kementerian ESDM. Sejauh ini penyidik Bareskrim telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini, mereka adalah RP, HW dan DH.

Informasi yang dihimpun GEO ENERGI, kasus ini bermula pada Oktober 2008. BP Migas menunjuk langsung PT TPPI dalam penjualan kondensat untuk kurun waktu 2009-2010. Perjanjiankontrak kerja sama kedua lembaga tersebut, diketahui baru dilakukan pada Maret 2009.

Penunjukan langsung tersebut terbukti menyalahi peraturan BP Migas Nomor KPTS 20/ BP00000/ 2003-50 tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondesat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BP00000/2003-S0 tentang Pembentukan Tim Penunjukan Penjualan Minyak Mentah Bagian Negara.(ABA)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here